
Istilah IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif pasti sudah tidak asing di telinga mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan tinggi. IPK merupakan nilai akhir yang didapatkan selama kegiatan perkuliahan . Mahasiswa berlomba-lomba memperoleh IPK yang tinggi untuk menjadi lulusan terbaik atau sering disebut cum laude. Tidak sedikit perusahaan yang menjadikan IPK tinggi sebagai salah satu syarat penerimaan untuk calon karyawan.
IPK umumnya sudah mulai didapatkan setiap mahasiswa sejak semester pertama perkuliahan. Seiring berjalannya waktu di setiap semester nilai IPK ini berubah, dan semakin lama nilainya semakin kecil. Baru kemudian nilai final didapatkan di semester akhir dan sudah menjalani sidang skripsi dan kemudian dinyatakan lulus. Jika mencapai IPK yang tinggi bisa mendapat gelar Cum Laude.
Apa Itu IPK Cum Laude?
Sebelum mengetahui bagaimana cara meraih IPK tinggi di perguruan tinggi. Kalian harus kenali dulu apa itu cum laude, istilah ini berasal dari bahasa latin yang berarti “pujian”.
Selain gelar cumlaude terdapat beberapa predikat dan disesuaikan dengan total nilai IPK yang diraih. Predikat tersebut antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya bisa saja berbeda. Dimulai dari predikat kelulusan yang terdapat beberapa predikat, yaitu:
- IPK 2,00-2,75 Memuaskan
- IPK 2,76-3,50 Sangat Memuaskan
- IPK 3,51-3,79 Cum Laude ( lulus dengan pujian )
- IPK 3,80-3,99 Magna Cum Laude (lulus dengan banyak pujian)
- IPK 4,00 Summa Cum Laude (lulus dengan pujian terbanyak).
Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk meraih gelar cum laude tersebut, selama bisa memenuhi syarat. Secara umum syarat tersebut meliputi nilai IPK yang minimal harus 3.5 dan juga harus lulus tepat waktu. Jadi, jika semester akhir lebih lama selesainya dibanding yang seharusnya maka gelar tersebut tentu akan gagal didapatkan.
Beberapa perguruan tinggi juga melaukan pertimbangan lain, misalnya riwayat mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi. Adakah mata kuliah yang diulang atau pernah gagal? Mahasiswa dengan gelar cum laude kemudian diwajibkan tidak pernah gagal di mata kuliah manapun.
Kenapa Harus Cum Laude dan Punya IPK Tinggi?
Beberapa dari kalian mungkin berpikir bahwa untuk meraih gelar cum laude ini susahnya luar biasa. Padahal tidak selalu seperti itu, selama kalian paham bagaimana cara mudah memperoleh IPK tinggi dan berkesempatan meraih gelar cum laude tersebut. Kuncinya adalah menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab.
Beberapa orang menilai bahwa IPK hanya nilai dan tidak langsung menentukan nasib seorang alumni perguruan tinggi. Benarkah demikian? Dalam beberapa kondisi IPK ini bisa diabaikan, namun sebaliknya di kondisi tertentu.
Ada banyak alasan yang membuat IPK perlu diperjuangkan agar nilainya tinggi dan memuaskan. Alasan tersebut antara lain:
- Berpeluang Melanjutkan Pendidikan Tinggi
Ketika mendapatkan predikat cum laude, kamu juga berpeluang besar melanjutkan ke pendidikan tinggi lho. Apalagi jika kamu mendaftar seleksi beasiswa. Mahasiswa dengan predikat cum laude biasanya akan mendapatkan prioritas untuk bisa langsung masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.
- Punya Peluang Meraih Beasiswa
Lulus dengan IPK tinggi biasanya sangat memudahkan kamu untuk meraih beasiswa lho. Misalnya saja ketika kamu ingin lanjut S2, kamu bakalan mendapatkan kesempatan meraih beasiswa untuk melanjutkan studi tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan gelar S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun saja. Saat ini istilah tersebut adalah program fast track.
- Kesempatan terbuka untuk menjadi asisten dosen
Supaya ilmu yang didapat lebih tersalurkan, mahasiswa dengan predikat Cum Laude ini akan mendapatkan kesempatan menjadi seorang asisten dosen. Nah, ilmu yang kamu dapatkan ini sangat membuka peluang untuk jadi Asdos lho.
- Diperhitungkan saat masuk dunia kerja
Beberapa instansi besar ternyata juga mengincar para lulusan terbaik ini. Namun, perlu diingat ya, mahasiswa dengan predikat cum laude ini tak hanya diseleksi dengan nilai saja. Namun juga dinilai dengan soft skill yang kamu miliki.

Nah, supaya kamu bisa mendapatkan serta mempertahankan nilai IPK yang baik, ayo ikuti beberapa tips sederhana berikut ini.
- Tingkatkan IPK di semester awal
Di semester awal biasanya para mahasiswa akan mendapatkan banyak sekali mata kuliah yang harus diambil. Jadikan ini kesempatan kamu untuk meningkatkan IPK. Nilai di semester awal ini bisa menopang nilai-nilai untuk semester berikutnya. Jika nilaimu di semester awal rendah, bisa jadi kamu akan susah untuk mengejar ketertinggalan. Namun bukan berarti kamu bisa santai di semester berikutnya jika nilai semester awalmu sudah baik. Kamu pun tetap harus berjuang untuk meningkatkan dan mempertahankannya.
- Memperhatikan penilaian melalui bobot SKS
Pada saat pengisian KRS, kamu perlu memperhatikan bobot SKS dari setiap mata kuliah yang kamu ambil. Bobot SKS yang tinggi seperti 3/4, kamu usahakan untuk dapat memperoleh nilai A atau B dalam mata kuliah tersebut. Karena SKS yang mempunyai bobot tertinggi paling berpengaruh terhadap besaran IPK yang akan kamu peroleh.
- Memperhatikan standar penilaian
Dari semester awal, mahasiswa perlu mengamati serta memperhatikan standar penilaian di setiap mata kuliah yang diajar oleh masing-masing dosen. Standar penilaian biasanya digunakan sebagai kriteria mekanisme penilaian yang dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswa. Berbagai tugas, kuis, ujian yang dikerjakan oleh mahasiswa harus sesuai dengan standar penilaian yang diberikan oleh dosen. Seperti memenuhi beberapa prosuder, mekanisme yang diinginkan oleh dosen.
- Aktif di Kelas
Yaps jika kamu melaksanakan tips ini, maka akan menjadi sebuah nilai plus buat kamu. Karena dengan aktif menjelaskan, memberikan pertanyaan dan pernyataan. Dengan fokus dan aktif di kelas, kamu dapat dengan mudah memahami materi dan biasanya menjadi perhatian dosen.
- Memahami Karakter Dosen
Berikutnya kamu bisa mencoba memahami atau mengenal karakter dosen di setiap mata kuliah. Maksudnya disini adalah menemukan karakter dosen dalam memberi nilai pada mahasiswanya. Sama seperti kebijakan kampus perihal persentase penilaian.
Dosen seolah memiliki hak prerogatif dalam menentukan nilai yang diberikan kepada setiap mahasiswanya. AKtualnya memang demikian, ada dosen yang bisa mengabaikan nilai ujian dan mengedepankan kedisiplinan mahasiswa masuk kelas. Ada juga yang memilih memberi nilai bagus pada mereka yang selalu rapi di kelas.
- Jangan Menunda Mengerjakan Tugas
Menunda pekerjaan, artinya kamu tidak menggunakan waktu secara maksimal dan hasilnya pun juga tidak akan maksimal dalam mengerjakannya, karena konsentrasimu terbagi dengan tugas-tugas lain yang juga berdatangan. Maka dari itu, sebaiknya ketika diberi tugas langsung dikerjakan. Jika tugas selesai sebelum deadline, kamu bisa memiliki banyak waktu luang dan dapat melakukan hal lainnya.
- Jangan Titip Absen
Psst, kadang ada beberapa kampus atau dosen yang memasukkan absen ke dalam persentase penilaian. Selain untuk nilai, dengan jarang absen kamu pun akan mendapatkan beragam manfaat. Kamu bisa menyerap pelajaran dengan lebih baik dari mendengarkan pemaparan materi serta diskusi langsung di kelas dibanding dari membaca catatan teman. Kamu pun jadi selalu up to date dengan info penting perkuliahan yang mungkin juga bisa mempengaruhi IPK. So, jangan sering absen jika memang tidak ada urusan yang mendesak. Jika benar-benar harus absen, buatlah surat izin yang menjelaskan alasanmu dengan jelas.
- Menghadiri dan mengikuti ujian
Hal ini merupakan hal paling wajib yang harus dilakukan kamu sebagai mahasiswa agar dapat memperoleh nilai dan mencapai IPK yang tinggi. Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian biasanya akan mendapatkan sanksi tidak lulus. Jadi, kamu perlu memperhatikan hal ini untuk memperoleh IPK yang tinggi.
- Cari teman yang memberikan dampak positif pada kehidupan kuliahmu
Lingkungan, termasuk teman, akan sangat mempengaruhi dirimu. Kalau kamu ingin lebih semangat belajar atau lebih rajin, maka bertemanlah dengan orang yang rajin. Berkumpul bersama teman yang punya ambisi yang sama denganmu akan membuat kamu semakin semangat untuk meraih impian.
Itulah beberapa tips untuk mendapat IPK tinggi. Tetapi 1 hal yang harus perlu kita ketahui bahwa IPK tinggi tidak menjamin masa depan kita, tidak menjamin kita mudah mendapat pekerjaan dan jabatan tinggi, tetapi yang menjamin adalah ilmu pengetahuan, Skill dan kemauan penting untuk mendukung kesuksesanmu setelah lulus nanti. Intinya, jangan sia-siakan kesempatan yang kamu punya selama kuliah. Raih prestasi sebaik mungkin sebagai bekal menuju impian. (Berbagai sumber)
Sebarkan:
